Kiana menerima gelas anggur itu sambil menyeringai dingin. Detik berikutnya, dia langsung membantingnya ke lantai."Bukankah kamu bilang Nyonya Sagara sangat luar biasa? Kalau begitu, sebagai Nyonya Sagara, aku akan umumkan secara tegas. Grup Sagara nggak akan pernah bekerja sama dengan Thevas. Nggak bakal selamanya!"Mendengar itu, Mardi masih tetap tenang dan terkendali. Dia mengangkat gelas anggurnya, tersenyum, bersulang untuk Kiana, dan menenggaknya dalam sekali teguk. "Kiana, sebagai seniormu, aku ingin menasihatimu. Jadi orang harus belajar memaafkan. Jangan persulit hidup orang lain agar hidupmu juga nggak dipersulit orang lain.""Senior macam apa kamu!""Nak, ini juga demi kamu.""Menjijikkan!"Mardi menggelengkan kepala dan menghela napas, tetapi kemudian tersenyum dan berkata dengan tegas, "Kita pasti akan bekerja sama.""Jangan harap!"Saat itu, Yovan keluar dari ruang makan dengan langkah terhuyung-huyung. Masih ada memar di wajahnya, yang mana luka akibat dipukul Kiana. N
Read more