Hari itu dimulai dengan kesunyian yang terasa berbeda. Bukan sunyi yang kosong, melainkan sunyi yang berisi seolah kota memberi ruang sebelum sesuatu bergerak. Seeyana menyadarinya saat ia berdiri di halte, memandangi lalu lintas yang mengalir tanpa tergesa. Ia tidak sedang menunggu kejutan. Ia hanya bersiap untuk konsekuensi.Di kantor, email dari pusat datang lebih pagi dari biasanya. Subjeknya singkat Penugasan Lanjutan. Seeyana membacanya perlahan. Mandat diperluas, wewenang ditambah, tapi juga ada catatan kecil di bagian akhir evaluasi berkala, pelaporan langsung, dan satu klausul tentang ketersediaan waktu yang lebih ketat.Ia tidak langsung membalas. Ia mencetak dokumen itu, memberi garis bawah di beberapa bagian, lalu menyimpannya di map abu-abu. Ada hal yang harus ia pastikan sebelum berkata ya atau tidak.Rapat pertama berjalan efektif. Timnya solid, ritme kerja selaras. Namun di sela jeda, satu rekan mendekat dengan nada setengah bercanda, seten
Read more