Tidak semua jarak terasa dingin. Sebagian justru bekerja seperti penyangga menahan sesuatu agar tidak runtuh karena terlalu dekat.Seeyana menyadari itu pada minggu kedua masa transisi. Hari-harinya berjalan padat, tapi tidak kacau. Ia datang ke kantor dengan agenda jelas, pulang dengan sisa energi yang masih cukup untuk dirinya sendiri. Tidak ada lagi kebiasaan memeriksa ponsel setiap beberapa menit. Jika ada pesan, ia membacanya utuh. Jika tidak ada, ia tidak mengada-adakan makna.Pagi itu, sebuah rapat mendadak memakan waktu lebih lama dari rencana. Beberapa pihak ingin perubahan cepat, hasil instan, dan respons yang menyenangkan semua orang. Seeyana duduk tenang, mendengarkan, mencatat, lalu bicara ketika semua suara mereda.“Kita bisa bergerak cepat,” katanya, “atau kita bisa bergerak benar. Hari ini, kita pilih salah satu.”Tidak ada nada menggurui. Tidak ada tekanan. Kalimat itu berdiri sendiri.Setelah rapat, seorang rekan mengham
Last Updated : 2026-02-13 Read more