Pelukan itu akhirnya lepas. Noelle mundur pelan, tangannya menyeka air mata dengan punggung lengan. Isaknya sudah reda, tapi matanya masih basah dan merah. Ia menunduk dalam, menghindari tatapan Zara yang duduk di sebelah Zelda. Bahunya tetap tegang, seperti orang yang tahu dirinya tak pantas berada di ruangan yang sama dengan wanita itu.Zelda memperhatikan gerak-gerik Noelle. Ia bisa merasakan ketegangan itu. Zara juga. Wanita itu menghela napas pelan, lalu berdiri dari kursi dan berjalan mundur.“Aku tunggu di luar,” kata Zara datar, suaranya tetap tenang tapi ada nada pengertian yang halus. “Kalian bicara dulu.”Noelle tidak menjawab. Ia hanya mengangguk kecil, matanya tetap tertunduk. Zara membuka pintu ruang kunjungan, melirik Zelda sekali lagi. “Zelda, kalau ada apa-apa, panggil aku.”Zelda mengangguk. “Baik, Mom.”Dan Zara keluar sebelum menutup pintu pelan di belakangnya. Ruangan kembali sunyi. Hanya suara napas mereka yang terdengar.Noelle duduk kembali di kursi, tanganny
Last Updated : 2026-01-31 Read more