Noah masih memegang ponsel di telinga, tapi suaranya sudah berubah—lebih rendah, lebih tegas, seperti pagar besi yang diturunkan tiba-tiba.“Kau mau ikut?” ulangnya pelan, seolah memastikan ia tidak salah dengar.Di seberang sana, Zelda terdiam sejenak. Napasnya terdengar pelan, tapi tidak marah. Hanya bersabar.“Aku hanya ingin menjenguk, Noah,” katanya lembut. “Bagaimanapun, Noelle juga korban. Dia—”“Tidak,” potong Noah lagi, kali ini lebih keras. Suaranya naik sepersekian oktaf, cukup untuk membuat Michael yang masih duduk di kursi tamu mengangkat alis. “Kau tidak akan ke sana. Titik.”Zelda tidak langsung membalas. Ada jeda yang terasa panjang di telepon.“Noah …,” panggilnya pelan, suara serak yang biasanya membuat Noah meleleh sekarang malah membuatnya semakin tegang. “Aku tahu kau khawatir. Aku tahu kau ingin melindungiku. Tapi, aku bukan kaca yang mudah pecah lagi.”Noah menutup mata, jempol dan telunjuknya menekan pelipis. “Kau masih trauma, Zelda. Dokter bilang kau harus
최신 업데이트 : 2026-01-15 더 보기