“SIAL!! Apa-apaan kamu, Thea!!!” Erika semakin marah.Rambut dan wajahnya basah karena siraman Thea. Riasannya pudar, rambut indahnya juga berubah menjadi lepek. Wajah Erika tegang menatap Thea penuh amarah. Berbanding terbalik dengan Thea yang begitu tenang.“Kamu sedang marah, tidak salah jika aku padamkan api amarahmu dengan air,” jelas Thea.Erika terdiam. Kepalanya menunduk, bahunya naik turun mengolah udara. Ia begitu murka saat tahu semua foto yang dikirim Leo padanya. Belum lagi tanda test pack itu. Padahal selama ini, Erika berharap ia yang menjadi pendamping Alvan.Namun, entah mengapa setelah mendengar ucapan Thea, Erika menjadi sadar. Ia seorang wanita dewasa, mandiri dan biasa bertutur kata serta beretika baik. Tapi, kenapa hanya karena emosi, ia menjadi berubah. Menjadi tak terkendali.Ini benar-benar memalukan baginya.“THEA!!!” Tiba-tiba Irma menerobos kerumunan.“Kamu gak papa
Read more