“APA!!! Kamu jangan asal ngomong, Van!! Kamu pikir berapa biaya untuk test DNA,” sergah Paman Sapto.Pria paruh baya itu langsung marah saat Alvan memintanya test DNA. Hal yang sama juga ditunjukkan Bi Mira. Hanya Siti saja yang terdiam.“Iya, kamu pikir test DNA itu murah. Dari mana kami dapat uangnya. Pengacara saja, kami tidak mampu bayar.”Bi Mira ikutan menyahut. Wajah wanita paruh baya itu terlihat penuh amarah sama halnya dengan ekspresi suaminya.“Soal biaya dan rumah sakit, aku yang siapkan. Kalian cukup datang dan melakukan test saja.”Alvan kembali bersuara dan terdengar lebih lembut dari sebelumnya. Thea yang duduk di sebelah Alvan langsung tersenyum sambil menganggukkan kepala.“Iya, saya bersedia melakukannya. Jika memang Thea putri kandung saya. Saya senang sekali.”Siti lebih dulu bersuara dan terdengar antusias. Alvan tersenyum sambil menganggukkan kepala. Kemudian ia me
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-01-07 อ่านเพิ่มเติม