"Itu rumahnya Eyang, Mama?" Itu adalah pertanyaan pertama Daniel saat menginjakan kaki di halaman rumah Eyang Sukma."Iya, sayang.""Kalau Niel mau main di sini dulu boleh, Mama?" Daniel berhenti berjalan dan memandangi taman yang ada di sisi kanan halaman rumah.Katerina pun akhirnya turut memperhatikan taman itu. Seingatnya dulu tidak ada taman di sana, hanya halaman kosong yang hanya dipenuhi rumput hijau. Sesekali rumput itu dipotong agar terlihat rapi.Tapi sekarang sisi halaman itu sudah berubah menjadi taman yang indah dengan berbagai bunga di sana. Di tengah taman ada air mancur berukuran sedang dan ada bangku panjang juga."Nanti kita main di taman, tapi ketemu Eyang dulu ya, ijin dulu sama Eyang. Kan tamannya punya Eyang.""Okay, Mama."Mereka kembali melanjutkan langkah ke arah rumah dan ketika ia memencet bel, tak lama kemudian seorang ART membukakan pintu untuknya. Ia lantas tersenyum dan menyapa ART tersebut."Selamat siang, Mbak. Saya K
Read more