Semua orang yang ada ruang makan itu akhirnya menoleh ke arah seseorang yang Farel panggil Papa, yaitu Bayu. Hal itu seketika langsung membuat raut wajah Daniel bingung. Mengapa Farel juga memanggil Papanya sebagai Papa?"Itu kan Papanya Niel? Kok kamu panggil Papa?" Spontan Daniel berucap yang juga membuat Farel menatap anak itu dengan sama bingungnya."Itu Papa aku, Niel."Melihat kedua anak itu kebingungan, Eyang Sukma akhirnya bersuara. "Peluk dulu dong, Papanya."Seolah lupa dengan perdebatan kecil mereka, Daniel dan Farel berlari ke arah Bayu dan langsung memeluk kaki laki-laki itu.Bayu yang sedari tadi masih terdiam karena tak menyangka akan bertemu dengan Katerina dan Daniel di sini seketika terkejut kala kedua anaknya memeluk."Papa!!!" Panggil Daniel dan Farel bersamaan."Papa, Niel sama Farel mau main di taman yang di depan, Papa. Papa ikut, ya." Pinta Daniel tanpa basa-basi.Katerina yang mendengarnya langsung menegur sang anak. "Niel, Pa
Read more