Kening Bella semakin mengernyit, tetapi ia segera mengubah ekspresinya menjadi santai, seolah tidak terpengaruh."Tuan Luca lagi-lagi bercanda. Itu tidak lucu.""Hm?" Luca memiringkan kepalanya sedikit. "Kapan aku bercanda?"Bella terdiam. Ia merasa ucapan Luca barusan terlalu aneh, dan entah kenapa membuatnya tidak nyaman. Ia tahu apa maksudnya, tetapi memilih menganggapnya hanya sebagai gurauan. Luca pun tidak melanjutkan topik itu."Jadi," katanya kemudian, "kita berteman sekarang?"Bella menatapnya heran. "Kenapa Tuan Luca ingin berteman denganku?"Luca menjawab santai, tanpa jeda, "Karena kamu cantik?"Wajah Bella seketika berubah datar. "Tuan Luca, bisa serius sebentar?"Melihat Bella mulai kesal, Luca justru tersenyum tipis. Ia menikmati perubahan ekspresi di wajah gadis itu dari gugup, kesal, hingga bingung. Semuanya terlihat jelas di matanya yang jujur itu."Kalau begitu," katanya akhirnya, "ti
Terakhir Diperbarui : 2026-03-04 Baca selengkapnya