Home / Mafia / Nona Incaran Ketua Mafia / Bab 77 Nomor Handphone.

Share

Bab 77 Nomor Handphone.

Author: SanASya
last update publish date: 2026-03-13 21:24:54

Klinik di kapal pesiar itu cukup luas dan tertata rapi. Beberapa alat medis modern tersusun di sepanjang dinding, lengkap dengan tempat tidur pasien, lemari obat, serta lampu pemeriksaan yang terang menggantung di atas meja medis.

Begitu mereka sampai di sana, Adrian dan Matteo langsung mengambil alih pemeriksaan.

"Kau duduk di sini," kata Adrian kepada Bella sambil menunjuk salah satu tempat tidur pemeriksaan.

Bella menurut tanpa banyak protes. Ia duduk dengan tenang di tepi ranjang, sementara
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
ayusriwahyuni2012
Bagus dan jangan terlalu lama untuk membuat lanjutan nya karena sudah terlalu penasaran
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 79 Interogasi.

    Karena Adrian dan Chiara terus menatapnya tanpa mengalihkan pandangan, Bella akhirnya menyerah. Ia meletakkan garpu dan pisau di atas piring, lalu menarik napas pelan sebelum mulai menceritakan apa yang terjadi.Dengan singkat, Bella menjelaskan kejadian yang dialaminya, mulai dari saat ia jatuh ke laut, bagaimana Luca menolongnya, lalu membawanya ke pulau kecil, hingga bagaimana pria itu membantu merawatnya ketika ia mengalami hipotermia ringan di malam hari.Namun Bella dengan sengaja tidak menceritakan beberapa adegan yang menurutnya cukup memalukan. Ia yakin Chiara dan Adrian akan panik jika mendengarnya, meskipun sebenarnya tidak terjadi sesuatu yang tidak pantas.Hal-hal seperti itu tidak perlu diceritakan. Yang terpenting, mereka tahu bahwa kondisinya baik-baik saja."Begitulah ceritanya," kata Bella akhirnya. "Dia sudah banyak membantuku. Tidak mungkin aku menolak permintaannya untuk menjadi temanku."Setelah itu ruangan menjadi hening. Chiara dan Adrian hanya diam mendengarka

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 78 Tidak berhenti mengejarnya.

    Setelah mendapatkan nomor telepon Luca dari Rico, Bella langsung menyimpan nomor itu dan mengirim pesan.Bella: Halo, selamat siang.Tidak butuh waktu lama sampai balasan muncul.Luca: Ya, Bella.Bella tidak heran Luca langsung mengenalinya. Namun entah mengapa balasan singkat itu terasa sedikit dingin.Pikiran itu segera ia tepis. Ia kembali mengetik.Bella: Maaf aku meminta nomor pribadimu dari Rico. Aku ingin mengucapkan terima kasih untuk makanan yang kamu kirimkan.Beberapa detik kemudian balasan datang lagi.Luca: Ya, sama-sama. Itu layanan khusus untukmu.Bella akhirnya merasa tenang setelah mengetahui bahwa makanan itu memang benar dikirim oleh Luca.Namun setelah itu ia malah bingung harus menulis apa lagi. Ia sudah mengucapkan terima kasih dan memastikan soal makanan tersebut. Akhirnya Bella kembali mengetik.Bella: Sekali lagi terima kasih. Kalau begitu nomor kamu akan aku hapus.Bella membaca ulang pesannya sebelum mengirimkannya. Entah kenapa ada rasa canggung setelah men

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 77 Nomor Handphone.

    Klinik di kapal pesiar itu cukup luas dan tertata rapi. Beberapa alat medis modern tersusun di sepanjang dinding, lengkap dengan tempat tidur pasien, lemari obat, serta lampu pemeriksaan yang terang menggantung di atas meja medis.Begitu mereka sampai di sana, Adrian dan Matteo langsung mengambil alih pemeriksaan."Kau duduk di sini," kata Adrian kepada Bella sambil menunjuk salah satu tempat tidur pemeriksaan.Bella menurut tanpa banyak protes. Ia duduk dengan tenang di tepi ranjang, sementara Chiara berdiri di dekatnya dengan wajah yang masih dipenuhi kekhawatiran.Luina yang sebelumnya menemani mereka sudah disuruh pergi oleh Chiara untuk menyiapkan beberapa keperluan Bella. Ia diminta menyiapkan pakaian bersih untuk mandi, sekaligus membeli bubur dari restoran kapal. Luina khawatir Nona mudanya belum sempat sarapan sejak pagi.Di sisi lain ruangan, Matteo membawa Luca ke bagian yang lebih sepi.Ia mulai memeriksa beberapa bagian tubuh Luca dengan cepat namun tetap teliti, mulai da

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 76 Kembali ke kapal.

    Chiara perlahan melepaskan pelukannya, matanya langsung memindai Bella dari atas hingga ke bawah.Ia memperhatikan dari atas sampai bawah, memastikan sahabatnya benar-benar baik-baik saja.Secara keseluruhan Bella memang terlihat baik-baik saja. Tidak ada luka sama sekali.Namun Chiara menyadari wajah Bella tampak sedikit pucat.Dengan cepat ia mengangkat tangannya dan meraba pipi serta dahi Bella."Kau tidak apa-apa?" tanyanya khawatir. "Kenapa wajahmu pucat?"Adrian yang berdiri di samping mereka juga mendekat. Mengamati wajah Bella dengan singkat, ekspresinya serius."Apa terjadi sesuatu padamu semalam?" tanyanya.Di sisi lain, Matteo menoleh ke arah Luca. Dari sorot matanya seolah mempertanyakan 'apa yang sudah kau lakukan pada gadis ini?'Luca hanya meliriknya sekilas. Ekspresinya tetap tenang tanpa memberikan tanggapan apa pun. Bella buru-buru menjawab pertanyaan mereka."Aku tidak apa-apa," katanya menenangkan. "Semalam ombaknya sangat deras dan aku hampir tenggelam."Ia menole

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 75 Lambaian tangan.

    "Aku akan memberimu kompensasi saat kita kembali nanti."Setelah mengatakan itu, Luca kembali melanjutkan langkahnya menyusuri bibir pantai.Bella yang mendengarnya langsung mempercepat langkah hingga kembali berjalan sejajar dengannya. Ia menoleh dengan wajah penuh rasa ingin tahu."Kompensasi apa?" tanyanya penasaran.Luca menjawab dengan nada tenang, seolah hal itu sudah ia pikirkan sejak lama."Kamu adalah tamu VIP di resort kami. Mengalami kejadian seperti ini..." ia berhenti sebentar sebelum melanjutkan, "aku sebagai pemilik tentu harus memberi ganti rugi. Setidaknya biaya perawatan dan mungkin sebuah hadiah agar kau tidak mengalami trauma."Bella segera menggeleng dan membantahnya."Kau tidak perlu melakukan itu," katanya cepat. "Kejadian ini tidak ada hubungannya denganmu. Gannaro dan Maggio memang berencana menculikku agar ayahku memenuhi permintaan mereka."Ia menatap ke depan, suaranya sedikit melembut. "Jadi tidak perlu ada kompensasi. Justru kau yang sudah menyelamatkanku

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 74 SOS.

    Bella kemudian teringat sesuatu. Ia menoleh ke arah Luca, lalu menunjuk ke sudut gua tempat beberapa pakaian dijemur di atas ranting yang disusun sederhana."Terima kasih untuk pakaian yang kau pinjamkan padaku," katanya pelan. "Aku sebenarnya berniat mencucinya dulu sebelum mengembalikannya padamu, tapi kau..."Kata-katanya tiba-tiba terhenti ketika pandangannya jatuh pada bahu Luca yang masih telanjang.Pria itu langsung memahami maksud Bella. Tanpa berkata apa-apa, Luca berdiri, mengambil kemejanya yang tadi ia lepaskan, lalu mengenakannya kembali. Gerakannya begitu tenang dan tanpa ragu.Di belakangnya, Bella yang memperhatikan langsung memalingkan wajah dengan pipi yang memerah. Ia merasa canggung melihat Luca begitu saja mengenakan kembali pakaian yang sebelumnya sempat ia pakai.Dengan suara sedikit ragu, Bella akhirnya bertanya, "Kamu... apa tidak apa-apa memakai kemeja itu lagi?"Luca selesai mengancingkan kemejanya, lalu berbalik menghadap Bella. Ia menemukan gadis itu memal

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status