Mag-log in"Apa hubunganmu dengan Bella?"Shin cukup heran kenapa Walikota DeLuca berani untuk menanyakan hal sensitif itu di situasi seperti sekarang. Apakah pria paruh baya itu tidak takut jika putrinya sendiri akan ikut terseret dalam pusaran masalah ini?Arah mata Shin perlahan beralih, menatap ke arah dinding hitam yang berada tepat di belakang Giovanni dan Komandan Lombardi. Ia tahu di balik dinding itu terdapat sebuah ruangan khusus yang digunakan untuk mengamati proses interogasi yang hanya bisa dilihat dari satu arah, beserta dengan petugas yang merekam seluruh percakapan mereka. Kemungkinan, Giovanni sudah memberi arahan sebelumnya kepada seseorang di dalam ruangan tersebut untuk mematikan alat perekam sebelum mengajukan pertanyaan pribadi ini.Dugaan Shin memang tepat. Di ruang pengawas, Chiara segera meminta petugas operator untuk mematikan rekaman begitu melihat Walikota DeLuca memberikan kode rahasianya. Petugas itu langsung melakukannya tanpa banyak bertanya. Sebagai bawahan, ia t
Giovanni sudah menyiapkan penawaran khusus jika Shin bersedia membuka mulut. "Kenapa? Bahkan bisnis musuhmu pun tidak ingin kau sebutkan? Kau masih ingin melindungi mereka?" Giovanni mencondongkan tubuhnya, lalu melanjutkan, "Saya akan memberikan penawaran bagus. Jika kau mau mengatakannya, hukumanmu akan diringankan."Shin tersenyum miring, menatap meremehkan. "Apakah Anda akan membebaskan saya?"Giovanni tidak langsung mengiyakan. "Tergantung seberapa berat kesalahanmu."Shin mengernyitkan dahi. "Tuan Walikota, apa sebenarnya tujuan Anda menangkap saya? Selama saya menjalankan bisnis di kota ini, saya tidak pernah melanggar hukum dan aturan apa pun yang ditetapkan oleh pemerintah."Giovanni tersenyum mengejek mendengar pembelaan itu. "Tidak pernah melakukan kesalahan, katamu?"Ia mendorong sebuah map dokumen tebal ke depan Shin. Dokumen yang berisi puluhan lembar kertas itu mencatat dengan rinci apa saja pelanggaran yang dituduhkan kepada Shin dan kelompok Red Line. Giovanni membuka
"Kalau kau sudah mendapatkan hasilnya, jangan lupa kalau saya juga ambil bagian dalam tujuanmu."Suara berat Marco seketika menarik Bianchi dari lamunannya yang sedang membayangkan cara menguasai seluruh harta kekayaan milik Shin."Tentu saja, saya tidak akan pernah melupakan bantuan Anda, Tuan Marco. Apalagi ke depannya saya masih akan membutuhkan banyak kerja sama dengan Anda," ujar Bianchi dengan senyuman elegan khas bangsawan tua yang dipaksakan."Senang bekerja sama dengan Anda, Tuan Bianchi. Saya mendapatkan keuntungan yang sangat memuaskan dari konspirasi ini.""Kita sama-sama saling menguntungkan dan saling membantu untuk menjatuhkan musuh yang menghalangi jalan kita menuju kesuksesan. Maka dari itu, sebelum Giovanni DeLuca benar-benar turun dari jabatannya, tolong jangan tersinggung jika nantinya saya masih akan meminta bantuan Anda," kata Bianchi."Itu hal yang mudah. Dengan informasi akurat yang Anda berikan selama ini, hal itu juga memudahkan kami untuk menjalankan rencana
Di penjara bawah tanah, Giovanni sudah menunggu kedatangan rombongan Komandan Lombardi yang membawa Shin. Melihat kondisi Luca atau yang sekarang harus ia panggil sebagai Shin, begitu mengenaskan, Giovanni dilingkupi perasaan campur aduk. Meski sekarang di matanya pria muda itu adalah seorang penjahat kelas satu, ia tetap memberikan perintah tegas untuk memanggil dokter pribadi dan mengobatinya. Setidaknya, jangan sampai tahanan yang sudah susah payah ditangkap ini langsung kehilangan nyawa begitu sampai di penjara, tanpa sempat memberikan informasi yang berguna bagi pemerintah.Selama Shin menerima pengobatan medis, Komandan Lombardi melaporkan setiap detail kejadian yang berlangsung saat proses penjemputan di vila perbatasan tadi. Mendengar klaim Bianchi yang mengatakan bahwa kondisi luka-luka Shin sama sekali tidak ada kaitan dengan dirinya, Giovanni mendengus tidak percaya. Justru karena pria tua itu bekerja sama dengan musuh bebuyutan kelompok Shin, proses penangkapan ini dipasti
Bella belum mengetahui apa yang sedang terjadi dengan Shin, tetapi hatinya terasa kurang nyaman sejak perpisahan mereka semalam. Hari ini ia hampir tidak bisa fokus mengajar, hingga Miss Clara beberapa kali menegurnya. Ia tidak mengerti apa yang membebani pikirannya. Pagi tadi ia sudah menghubungi ayahnya dengan sedikit basa-basi agar tidak menimbulkan kecurigaan, dan ia merasa lega karena sang ayah baik-baik saja. Namun, bayangan wajah Shin yang tersenyum semalam terus muncul di kepalanya. Bella berulang kali menggeleng pelan, menepis pikiran itu dan fokus dengan anak-anak di kelas.Tepat pukul satu siang, pekerjaan Bella akhirnya selesai. Ia baru saja bersiap untuk pulang ketika ponselnya bergetar, menampilkan pesan dari Chiara.Chiara: Bella, bisa kita bertemu sekarang di pusat kota Whitesand?Chiara: Ada hal penting yang ingin kubicarakan. Kita bertemu di kafe depan gedung kejaksaan.Bella mengernyit bingung. Tempat itu sangat jarang mereka datangi, seingatnya baru sekali mereka b
Satu mobil tahanan antipeluru, delapan mobil berisi lima puluh lima pasukan elit yang dipimpin oleh Komandan Richard Lombardi, serta satu mobil kejaksaan yang membawa empat orang jaksa termasuk Chiara telah mengepung sebuah vila mewah yang terletak di daerah perbukitan Barat Kota Whitesand.Suasana di dalam barisan penjemput terasa sangat tegang sekaligus membakar semangat. Jantung mereka berdebar kencang dilingkupi rasa penasaran yang luar biasa untuk melihat langsung sosok pemimpin mafia tertinggi di kota Blackstone. Di kalangan aparat keamanan, siapa yang tidak tahu reputasi mengerikan dari penguasa bayangan tersebut? Kekuasaannya bahkan disebut-sebut melebihi pengaruh Walikota Blackstone sendiri.Mereka sering mendengar rumor bahwa pria ini masih berusia cukup muda. Namun, sangat jenius dalam berbisnis, mematikan dalam bertarung, dan hanya butuh waktu lima tahun untuk memaksa seluruh kelompok mafia tunduk di bawah perintahnya. Mengingat betapa kuatnya kelompok kriminal di kota itu
Tanpa menunggu penjelasan Adrian, walikota DeLuca bersama wakilnya, Deputi Sergio dan Komandan Lombardi pergi ke sekolah TK tempat Bella mengajar. Satu unit pasukan khusus penjaga walikota, berisi 20 anggota, mengiringi mobil walikota didepan dan dibelakang. Segera kelompok itu sampai di San Felice
Bella menghela nafas lega, tapi dia menatap waspada akan kedatangan orang-orang itu. Sepertinya ini pemimpin mereka, terlihat sikap empat pria itu begitu hormat akan kedatangan mereka."Apa yang kamu lakukan?" Seorang pria bertanya dengan nada angkuh, dia pemimpin kelompok Morsani.Dua pria yang ke
Salah satu pria yang sedang bermain melihat ke tempat Bella dan anak-anak dikurung. "Lihat, gadis itu sudah sadar."Tiga pria lainnya menoleh, tatapan berbinar mereka menandakan kekaguman pada kecantikan gadis yang tidak sengaja mereka culik."Kita sungguh beruntung, harganya pasti tinggi.""Tidak
Ketika Bella membuka matanya, bau debu dan rokok yang pekat membuatnya terbatuk. Ia terbaring di lantai, disekitarnya terdapat kotak-kotak besi besar dengan beberapa sudah berkarat. Ingatan sebelum dirinya pingsan membuatnya sadar dari linglung, ia ingin bangun. Tapi kemudian menyadari kalau kedua







