Home / Mafia / Nona Incaran Ketua Mafia / Bab 80 Istirahat Total

Share

Bab 80 Istirahat Total

Author: SanASya
last update Petsa ng paglalathala: 2026-03-19 20:15:16

Sesuai perintah Adrian, sebagai dokter pribadinya, Bella tidak diizinkan pergi jalan-jalan dulu. Ia diharuskan beristirahat total selama beberapa hari.

Seusai makan siang, Ia duduk di tepi ranjang sambil memandang laut dari jendela dengan wajah sedikit murung. Mengingat mereka sudah membuat banyak rencana untuk dihabiskan selama di kapal dengan bersenang-senang, Ia merasa tidak rela harus melewatkan waktu bersenang-senangnya.

"Aku cukup bosan..." gumamnya pelan.

Bella memandang Chiara yang ikut
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 268

    Sang kapten tentara rahasia tidak mengindahkan pertanyaan itu. Ia melayangkan kode gerakan tangan agar anggota timnya yang lain segera bergerak memeriksa dan menggeledah seluruh isi ruangan tersebut."Kalian tidak boleh menyentuh barang-barang itu!" tiba-tiba suara si gadis berkacamata kembali naik, nada suaranya dipenuhi kepanikan yang berlebihan saat melihat lemari arsipnya didekati.Melihat tawanan ini akan memprotes dan berteriak lagi, tentara rahasia di belakangnya dengan sigap mengambil selembar sapu tangan kain yang tergeletak di atas meja kerja, lalu menyumpal mulut si gadis tanpa ampun. Dengan cekatan, ia menarik kedua tangan perempuan itu ke belakang dan mengikatnya erat menggunakan tali."Lebih baik kamu duduk manis dan diam saja di sini," ucap tentara rahasia itu sembari mendudukkan paksa si gadis berkacamata di kursi kerjanya, tidak lupa mengikat tubuhnya ke sandaran kursi agar ia tidak memiliki celah untuk melarikan diri.Setelah memastikan tawanan mereka tidak membuat k

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 267

    Kelima personel tentara rahasia itu seketika tercengang menyaksikan apa yang baru saja terjadi di hadapan mereka. Dinding rak buku itu bergeser lambat tanpa menimbulkan derit yang berarti. Keempat bawahan sang kapten langsung menatap pemimpin mereka dengan tatapan takjub, lalu secara serempak mengangkat jempol untuknya."Wah, Kapten! Anda benar-benar hebat! Bagaimana Anda bisa langsung tahu bahwa buku itu adalah tuas penarik mekanismenya?" bisik salah satu tentara rahasia dengan mata berbinar kagum.Sang kapten yang sebenarnya hanya asal menarik buku, buru-buru menguasai ekspresi wajahnya. Ia memasang wajah santai dan biasa saja demi menjaga wibawanya. "Tentu saja karena aku sangat teliti. Aku memperhatikan setiap jengkal bagian yang paling mencurigakan saat pertama kali menyisir ruangan ini. Sudah kubilang jangan banyak bicara dan tetap fokus. Ayo, kita masuk."Keempat bawahannya menelan bulat-bulat penjelasan sang kapten. Mereka mempercayai setiap kata pemimpinnya tanpa ragu, sehing

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 266

    Begitu langkah mereka tiba di jarak terdekat yang membatasi koridor dengan ruang kantor pribadi milik Bianchi Vittorio, langkah mereka tertahan. Di depan pintu kayu jati mahoni tersebut, berdiri dua orang penjaga bertubuh kekar. Dari struktur otot, cara berdiri, dan tampilan luarnya saja, para tentara rahasia langsung bisa mendeteksi bahwa kedua orang ini adalah petarung handal kelas berat.Tentara rahasia kembali menerapkan metode yang sama. Bubuk obat bius dosis tinggi kembali ditaburkan lewat aliran udara AC ruangan. Sepuluh menit kemudian, setelah kedua penjaga itu tampak berdiri dengan pandangan mata yang kosong dan tubuh yang sedikit terhuyung kaku, para tentara rahasia itu dengan langkah tenangnya melangkah melewati para penjaga tersebut tanpa memicu kepanikan sedikit pun.Mereka berhenti tepat di depan pintu masuk. Dari markas keamanan Whitesand, divisi IT yang bekerja sama dengan Bella segera melakukan peretasan jarak jauh untuk membobol kode sandi elektronik pintu tersebut.

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 265

    "Jadi, kita mau bergerak seperti apa, Kapten?" tanya salah seorang tentara rahasia lainnya, suaranya berupa bisikan yang teredam.Sang kapten tentara rahasia tidak langsung menjawab. Ia mengecek layar ponselnya terlebih dahulu, membaca laporan terkini dari intelijen pusat mengenai pergerakan tim lain di Whitesand. Laporan itu menyatakan bahwa di dua lokasi perusahaan legal milik Bianchi Vittorio, tidak ada data yang dicari.Ia meletakkan ponselnya kembali di atas dashboard mobil sembari menjawab dengan nada suara yang tenang. "Sepertinya kita tidak bisa memaksa masuk dengan cara kekerasan atau memicu baku tembak di sini. Di dua lokasi perusahaan milik Bianchi saat ini sudah terjadi keributan besar akibat penggeledahan Komandan Lombardi dan Jaksa Chiara. Kita jangan sampai membuat para penjaga di panti asuhan ini menjadi waspada terlebih dahulu, sebelum kita mengetahui dengan pasti apakah di sinilah tempat dokumen rahasia itu disembunyikan."Kapten itu mengetuk kemudi perlahan. "Terpak

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 264

    Dengan nada suara berwibawa yang sengaja ditekankan, Ibu Panti itu membuka suara, "Selamat siang. Ada urusan apa yang membuat Anda sekalian datang ke panti asuhan kami tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu?"Adrian tetap mempertahankan gaya tenangnya yang luar biasa, ketenangan yang sudah ia bangun sejak belajar kedokteran. Dengan intonasi bicara yang penuh dengan rasa percaya diri, ia menjawab sembari mengarahkan pandangan matanya menatap lurus tepat pada manik mata sang Ibu Panti yang bertindak sebagai ketua pengawas tempat tersebut."Selamat siang, Ibu. Kami semua adalah tim dokter cadangan yang ditugaskan dan dikirim secara langsung oleh Dokter Lance untuk menggantikan jadwal pemeriksaan kesehatan hari ini," ujar Adrian dengan pembawaan yang sangat meyakinkan.Ia menjeda kalimatnya sejenak, lalu memberikan penjelasan logis untuk mendukung kebohongannya. "Hari ini, Tuan Bianchi Vittorio tidak bisa ikut mendampingi kunjungan karena beliau mendadak harus menangani urusan birokra

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 263

    Dokter Lance dan tim perawatnya sedang berada dalam perjalanan menuju panti asuhan ketika tiba-tiba ponselnya berdering nyaring. Panggilan itu rupanya berasal dari rumah sakit tempatnya bekerja. Melalui suara suster di seberang telepon, ia diharuskan untuk segera datang ke rumah sakit sekarang juga demi menangani seorang pasien darurat yang membutuhkan tindakan operasi besar.Dokter Lance mengernyitkan dahi dalam-dalam, merasa terusik. Dengan nada angkuh, ia menyahut, "Batalkan atau alihkan ke dokter lain. Katakan kepada kepala ruang bedah bahwa hari ini saya sudah mengajukan izin resmi untuk berangkat siang. Saat ini saya sedang dalam perjalanan bersama Tuan Bianchi Vittorio untuk mengurus agenda penting."Dokter Lance sengaja membawa nama besar Ketua Dewan Kota agar suster tersebut tahu diri dan paham bahwa ia sedang menangani urusan orang yang teramat penting di kota ini. Akan tetapi, di luar dugaan, suara dalam sambungan telepon itu mendadak berubah. Suara suster tadi digantikan o

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 121 Karena aku ingin...

    Adrian baru saja parkir di halaman dan keluar dari mobil ketika mendengar seseorang memanggilnya. Ia melihat Nenek Sophia berdiri di depan gerbang dan menyuruhnya mendekat.“Adrian, kemari sebentar,” panggil Nenek Sophia. Suaranya cukup pelan, dan matanya sesekali melirik ke rumah Bella.Adrian mer

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 96 Kecurigaan Chiara.

    Keesokan harinya, Bella yang sudah bangun masih diatas ranjang dengan perasaan yang cukup rumit. Memikirkan sikap Luca semalam....Bella menutup matanya dengan lengan dan menarik nafas untuk memberikan ketenangan pada dirinya. Ketika ia mengangkat tangan dan menatap langit-langit kamar, pikirannya

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 37 Mengajak Liburan.

    Bella masih berdiri di dekat sofa ketika pria itu melangkah ke hadapannya. Pria itu tersenyum lebih dulu, senyum yang hangat dan sopan.“Selamat sore, Nona Muda,” sapanya. “Masih ingat saya?”Bella menatapnya lebih saksama, lalu mengangguk. “Tentu saja, kamu Rico, kan?Aku tidak menyangka akan berte

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 36 Wajah familiar diantara mereka.

    Sepulang dari berbelanja, Bella merasa kelelahan. Ia duduk lemas di kursi belakang mobil, kepalanya sedikit miring ke jendela. Matanya terpejam dengan napas teratur, mengumpulkan tenaga yang habis tersedot setelah kakinya bolak-balik toko pakaian dan ruang ganti.Berbeda dengan Bella, Liana duduk d

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status