Stanley menekan rasa tidak nyaman di hatinya dan menyahut dengan nada tenang, "Hari ini, aku keluar rumah dengan terburu-buru dan nggak sempat pakai." Kening Devina sedikit mengerut. Ada sesuatu yang terasa janggal. Namun, saat bertemu pandang dengan tatapan lembut Stanley, dia tidak berani bertanya lebih lanjut dan menekan keraguannya.Saat ini, seorang perawat bergegas menghampiri Devina."Dokter Devina! Ada keadaan darurat! Pasien di ranjang 3 perlu segera dioperasi! Dokter kepala suruh kamu ke sana sekarang juga!""Baik, aku akan segera ke sana!" jawab Devina. Kemudian, dia menoleh ke arah Stanley dan berkata dengan lembut, "Stanley, aku ada operasi darurat. Sudah dulu, ya. Jaga dirimu baik-baik di sana.""Emm, aku mengerti." Baru saja Devina hendak menutup telepon, Rafael kebetulan keluar dari lift dan bertemu Stanley di koridor. Dia langsung menghampiri Stanley. "Shanaya ... baik-baik saja?" Rasa sakit yang masih berdenyut samar di perut bagian bawah Stanley mengingatkannya pa
Read more