Mereka mengobrol di ruang rapat hingga larut malam.Saat ini, Stanley baru saja kembali ke Vila Bluebay. Rumah ini termasuk rumah nikahnya bersama Shanaya. Awalnya, Stanley sangat jarang pulang. Namun sejak Shanaya pindah keluar dari rumah ini, frekuensi pulangnya juga hanya bisa dihitung dengan satu tangannya saja.Stanley melonggarkan dasinya, berencana untuk naik ke lantai atas.Ketika Siska kedengaran gerak-gerik, dia pun keluar dari dapur. “Tuan, kamu sudah pulang ya?”“Emm,” balas Stanley dengan terus melangkah.“Tuan ….” Tiba-tiba Siska menghentikan Stanley. Dia tidak berhenti menggosok sepasang tangannya di celemek dan kelihatan terbata-bata.Stanley sedikit mengerutkan keningnya. “Ada urusan?”Siska merasa ragu sejenak, lalu mengeluarkan sebuah kotak kecil dari saku. “Tuan, begini … beberapa hari lalu aku menemukannya di laci kamar mandi kamar utama. Aku … nggak tahu harus kasih kamu atau nggak ….”Stanley mengambil kotak, lalu membuka sekilas. Ternyata ada alat tes kehamilan
閱讀更多