Devina dan Alvin tadinya juga mengikuti orang-orang untuk menyaksikan keramaian. Namun, ketika melihat mobil sedan hitam itu, mereka semakin merasa sangat familier.Shanaya bersuara pada waktunya. Terdengar nada kaget dari nada bicaranya. “Devina, bukannya itu mobil keluarga kalian?”Raut wajah Devina menjadi pucat dalam seketika. Dia spontan menyangkal, “Nggak mungkin! Itu bukan mobil keluargaku! Kamu salah lihat!”Namun, saat melihat gaun familier yang berserakan di atas tanah, Devina pun tertegun di tempat. Darah di dalam tubuhnya seolah-olah telah membeku.Pada saat ini, Hardi juga mengikuti kerumunan untuk menyaksikan keramaian. Dia berjalan kemari dengan raut wajah murung. Acara yang bagus-bagus malah menjadi kacau.Hardi merasa murka. Dia berpesan kepada bawahannya dengan tegas, “Buka pintunya! Aku ingin lihat siapa yang bernyali besar, bahkan berani melakukan hal murahan di area kekuasaanku!”Setelah bawahan menerima perintah, mereka segera membuka pintu mobil.Yalina sedang ti
Read more