Saat konser berakhir, waktunya sudah lewat jam sepuluh malam.Setelah meninggalkan stadion, Zevon hendak berpamitan kepada Rafael agar bisa mengantar Shanaya pulang. Hanya saja, sebelum dia sempat berbicara, Rafael sudah terlebih dahulu berbicara.Rafael mengusulkan dengan nada santai, "Setelah nonton konser berjam-jam, kalian pasti juga sudah lapar, 'kan? Setahuku, ada sebuah restoran dimsum yang enak di sekitar. Mereka masih jual camilan malam meski sudah selarut ini. Bahan yang mereka pakai segar, rasanya juga nggak berminyak. Gimana kalau kita makan bareng?" Zevon menelan kembali kata-kata yang hampir diucapkannya. Saran Rafael masuk akal. Jika dia menolak mentah-mentah, itu akan terlihat agak disengaja. Namun, jika setuju, dia tetap tidak akan punya kesempatan untuk mengungkapkan perasaannya.Zevon menatap Shanaya, lalu menanyakan pendapatnya dengan nada lembut, "Gimana menurut Naya?"Shanaya memang agak lapar. Kegembiraan dari menonton konser juga belum sepenuhnya hilang. Dia pu
Read more