Shanaya menyalakan mesin mobil secara perlahan.Suasana di dalam mobil terasa sunyi, hanya diterangi oleh cahaya lampu kota yang samar dari luar jendela.Darren bersandar di kursi penumpang depan. Kelopak matanya sedikit tertutup, seolah-olah dia sedang beristirahat. Namun, dia sebenarnya sedang diam-diam menatap sosok yang sedang mengemudi.Shanaya mengemudi dengan konsentrasi penuh. Profil wajahnya terlihat sangat lembut dalam cahaya yang redup. Bulu matanya yang panjang sedikit bergetar setiap kali dia berkedip. Shanaya sangat cantik. Kecantikannya begitu memukau, tetapi sama sekali tidak mengintimidasi. Ada sesuatu dalam dirinya yang membuat orang ingin mendekat tanpa sadar, lalu berangsur-angsur terjerumus makin dalam.Saat mengamati fitur wajah Shanaya, perasaan lembut juga membuncah di dalam hati Darren.Mobil itu akhirnya memasuki kawasan perumahan mewah. Setelah mobil berhenti, Shanaya memanggil dengan lembut, "Pak Darren, sudah sampai." Darren menjawab dengan pelan, lalu he
Read more