"Terserah kamu," kata Kenward, lalu berbalik dan pergi.Namun, reaksi dingin itu sama sekali tidak membuat Darlene terkejut."Oh ya ...."Saat berpapasan dengan Darlene, Kenward kembali mengingatkan dengan pelan, "Kalau dia menindasmu, ingat panggil aku."Melihat punggung Kenward yang makin menjauh, perasaan Darlene sulit untuk dijelaskan.Bradly yang berdiri di samping memperhatikan Darlene dengan diam, lalu sepasang matanya yang berada di balik kacamata berbingkai emas itu menjadi sangat dingin. "Orang yang dicintainya itu Gianna, bukan kamu. Jadi, jangan merendahkan dirimu."Darlene yang tersadar kembali pun mengernyitkan alisnya dan bertanya pada Bradly, "Ada urusan apa kamu mencariku?""Tunggu sebentar."Bradly mengambil sesuatu dari bagasi mobilnya, seikat besar mawar merah yang dibungkus dengan sangat indah. "Ini untukmu."Dia memberikan bunga itu dengan sangat alami dan berkata, "Mawar merah berduri, sangat cocok denganmu. Aku sengaja menyuruh toko bunga agar durinya nggak dica
Read More