"Aku bilang padanya ... kalau kamu bersamaku," kata Adnan dengan tatapan yang saling bertemu dengan tatapan Darlene.Adnan awalnya mengira dia akan melihat ekspresi Darlene yang panik, marah, atau menyalahkannya setelah mengucapkan kalimat itu. Bagaimanapun juga, ucapannya sudah membuat Kenward salah paham pada Darlene dan Darlene juga masih sangat mencintai Kenward. Namun hasilnya, reaksi Darlene malah sangat tenang dan ketenangan itu jauh di luar dugaannya."Ya, yang kamu katakan juga nggak salah," kata Darlene dengan nada dingin, sama dinginnya dengan angin laut yang bertiup masuk dari jendela. Kini, dia memang sedang bersama dengan Adnan, sehingga apa dikatakan Adnan tidak bohong dan tubuhnya juga belum pulih. Meskipun sudah sadar, badannya masih lemah dan wajahnya pucat pasi.Di mata Adnan, ekspresi Darlene terlihat seperti sudah putus asa. "Darlene ...."Adnan mengernyitkan alisnya. Tenggorokannya terasa seperti tersangkut sesuatu, tidak bisa ditelan dan tidak bisa dimuntahkan. "
Read more