"Siapa kamu sebenarnya? Sudah bangkrut masih merasa diri sendiri bos? Aku kasih tahu ya, semua barang di studio ini sekarang milik bank kami. Kalau aku bilang boleh dikasih, ya berarti boleh."Vincent melotot ganas ke arah Darlene, lalu menoleh ke Gianna dengan wajah penuh senyuman menjilat."Ayo, ambil saja. Mau dijual kiloan sebagai kertas bekas juga terserah."Dengan suara manja, Gianna berterima kasih pada Vincent, lalu memasukkan semua desain milik Darlene, baik yang sudah selesai maupun yang baru setengah jadi, ke dalam tas kerjanya.Pada akhirnya, studio Darlene resmi bangkrut dan disegel pengadilan. Melihat studio yang dia bangun dengan susah payah berakhir disita dan disegel, bibir Darlene terkatup rapat dan dadanya terasa nyeri.Darlene tidak menangis. Justru mata Ella yang memerah.Gianna, Laura, dan Darshen masih ada di sana. Ella tidak ingin mereka mentertawakannya, jadi sebelum air mata jatuh, dia buru-buru mengusapnya dengan tisu.Gianna, Laura, dan Darshen tertawa denga
Read more