53Detik terjalin menjadi menit dan mengubah jam menjadi hari. Pernikahan yang kian dekat, menjadikan Dilara mulai tegang. Dia panik dan sulit berkonsentrasi dalam bekerja. Siang itu, Dilara menemui teman-temannya di GPCI, yang tengah bersantap di restorannya Laura. Dilara menyampaikan kegundahan hatinya pada para perempuan tersebut, yang bekerjasama menenangkannya. "Tenang, Ra. Semua persiapan sudah nyaris selesai," tutur Edelweiss. "Aku tahu, Teh, tapi tetap aja tegang," keluh Dilara. "Itu namanya serangan panik. Semua calon pengantin pasti ngalamin. Terutama perempuan," cetus Leni. "Betul. Aku dulu, stres berat. Rencana awal nikah itu di akhir Desember. Terus, maju ke September. Ujung-ujungnya maju lagi dan sukses digelar pertengahan Juli," papar Naysila. "Aku lebih syok lagi. Mulai pacaran, Juni. Abang ngelamar, Oktober. Balik ke sini, minggu kedua Desember, langsung ditodong nikah sama Mas Heru. Benar-benar nggak ada persiapan lahir batin," sela Utari. "Kita senasib. Aku sa
Last Updated : 2025-12-25 Read more