“Kaisar Ethan!”Panggilan itu memecah keheningan paviliun. Lamunan Kaisar Ethan buyar seketika. Ia berbalik dan mendapati Tuan Bastian berdiri di ambang pintu, wajahnya serius namun tenang.Kaisar Ethan langsung melangkah cepat menghampiri mertuanya. Emosi yang sejak tadi ia tahan akhirnya meledak.“Ayah,” suaranya ditekan, tapi jelas bergetar. “Ayah sudah tahu, bukan? Siapa sebenarnya Elena?”Tuan Bastian menghela napas pelan, belum sempat menjawab.“Kenapa ayah begitu tenang saat melihatnya?” lanjut Kaisar Ethan, nada suaranya meninggi. “Kenapa Elena memanggil ayah … kakek? Dan kenapa ayah tidak terlihat terkejut seperti aku?!”Pertanyaan itu beruntun, tajam, tak memberi celah.Tuan Bastian mengangkat tangannya perlahan, memberi isyarat agar Kaisar Ethan menenangkan diri.“Tenanglah dulu, Ethan,” katanya dengan suara berat namun terkendali. “Aku mengerti perasaanmu. Percayalah, saat pertama kali melihat wajah Elena… aku juga terkejut.”Ia terdiam sejenak, matanya menerawang. “Wajahn
Last Updated : 2026-02-10 Read more