Bel berbunyi pelan menandakan pelajaran selesaai. Di dalam kelas, suasana masih ramai. Beberapa murid membicarakan rumor kematian Guru Maya, sebagian lagi mendiskusikan kompetisi antar akademi yang tinggal menghitung hari.Elena duduk tenang di kursinya, sementara Lily di sampingnya masih berbisik pelan.“Aku yakin sesuatu akan terjadi hari ini,” gumam Lily.“Kenapa kau selalu merasa begitu?” Elena tersenyum tipis.“Karena suasananya berbeda.”Belum sempat Elena menjawab, pintu kelas tiba-tiba terbuka. Semua kepala langsung menoleh ke arah pintu.Seorang pria tua dengan jubah panjang berwarna gelap berdiri di ambang pintu. Rambutnya memutih, namun tatapannya tajam dan berwibawa, itu adalah Tetua Senopati.Seluruh kelas langsung berdiri. “Salam, Tetua!”Pria tua itu mengangguk singkat. “Aku hanya sebentar.”Tatapannya menyapu ruangan, lalu berhenti pada satu orang.“Elena.”Suasana mendadak hening.Elena berdiri perlahan. “Ya, Tetua.”“Ikuti aku ke ruang kerjaku.”Beberapa murid langs
Last Updated : 2026-02-23 Read more