Suasana di dalam ruangan terasa semakin berat bagi Yanti. Tangan Rudi mulai menjelajahi tubuhnya, bergerak tanpa jeda, hingga akhirnya berhenti di area celananya. Dengan gerakan yang pasti, kancing itu terbuka. Bibir Rudi tetap menekan bibir Yanti, seolah sengaja menahan setiap kata penolakan yang ingin keluar.Di sisi lain, Yanti hanya bisa pasrah, berharap malam ini segera berlalu. Ia memejamkan mata, membiarkan detik-detik berjalan tanpa perlawanan.Beberapa saat kemudian, pakaian yang dikenakannya telah tergeletak di lantai. Rudi, yang melihat Yanti dalam keadaan itu, tak lagi mampu menahan hasratnya. Ia pun segera melepaskan apa yang masih menempel di tubuhnya.Dalam kondisi ini, Yanti hanya bisa pasrah. Di dalam hatinya, terselip sedikit harapan—harapan samar agar seseorang datang menyelamatkannya dari malam ini. Namun ia sadar betul, harapan itu nyaris mustahil.Kini mereka berada di dalam satu ruangan, tanpa sehelai benang pun menutupi tubuh masing-masing.“Yanti, akhirnya aku
Last Updated : 2025-12-28 Read more