Mag-log inEKO adalah seorang anak muda yang masih berkuliah, suatu harui tanpa sengaja dia melihat pertengkaran antara YANTI ( ibu kos) dan HERMAN suaminya, berawal dari situ dia mulai memiliki rasa simpati yang lama - lama berubah menjadi perasaan terlarang.
view moreMalam di Lombok turun perlahan, membawa udara hangat yang menyusup lewat celah jendela kamar hotel. Lampu temaram menggantung di langit-langit, menciptakan bayangan lembut di dinding—tenang, hampir terlalu tenang.Herman dan Risma duduk berdampingan di tepi ranjang. Jarak di antara mereka nyaris tak ada, seolah dunia di luar kamar itu memang tak lagi penting.“Sayang,” ujar Herman pelan, suaranya santai namun penuh kepuasan, “sepertinya keadaan benar-benar berpihak ke kita. Masa kerja di sini diperpanjang beberapa bulan lagi. Lebih banyak waktu… buat kita.”Risma tersenyum. Senyum yang lepas, tanpa beban, tanpa rasa takut dilihat orang lain.“Iya, Mas. Aku juga senang sekali. Di sini kita nggak perlu sembunyi dari siapa pun. Kita bisa jalan berdua, makan berdua… bahkan tinggal berdua, tanpa harus pura-pura.”Herman meraih tangan Risma, menggenggamnya lebih erat dari biasanya. Ada rasa menang di matanya—bukan hanya karena kebebasan, tapi karena ia merasa berhasil lolos dari segala sesu
Malam itu Yanti duduk sendirian di kamar tamu.Lampu tidak terlalu terang, seolah ia sengaja menahan cahaya agar pikirannya tidak ikut silau.Ponselnya berada di tangan lebih lama dari biasanya.Akhirnya ia mengetik.Yanti:Ko… aku mau cerita sedikit.Tadi Herman nelpon.Masa kerjanya di Lombok diperpanjang.Dari dua minggu jadi beberapa bulan.Tidak lama, balasan masuk.Eko:Kamu kenapa?Kamu kelihatan kepikiran.Yanti menarik napas sebelum menjawab.Yanti:Aku nggak marah… cuma agak kaget.Aku kira dia bakal pulang.Tapi ya sudah, mungkin ini memang bagian dari hidupnya.Kalimat itu terdengar dewasa.Terlalu dewasa untuk seseorang yang baru saja diguncang.Eko membaca pesan itu perlahan.Ada sesuatu yang langsung terasa janggal baginya.Eko:Kamu kuat, Yan.Dan kamu nggak salah ngerasa kaget.Tapi sekarang fokus ke kamu dulu.Ke langkah yang lagi kamu bangun.Yanti menatap layar ponselnya.Pesan itu tidak menyelesaikan masalah—tapi cukup membuat dadanya terasa lebih ringan.Yanti:
Beberapa hari berlalu sejak Herman dan Risma bekerja bersama di Lombok.Jarak itu bukan hanya memisahkan kota, tapi juga memutus rutinitas lama yang selama ini mengikat Yanti.Pagi itu, Yanti berdiri di depan cermin lebih lama dari biasanya.Bukan untuk memastikan siapa dirinya di mata orang lain—melainkan untuk memastikan bahwa perempuan yang menatap balik ke arahnyaadalah seseorang yang sedang melangkah maju.Ia masih memikirkan Herman.Sesekali, pikiran itu menyelinap tanpa izin.Namun kini berbeda—tidak lagi melumpuhkan, hanya lewat seperti bayangan.Tujuan Yanti jelas.Ia tidak ingin lagi hidup dengan menggantungkan harga dirinya pada siapa pun.Bukan pada suami.Bukan pada belas kasihan.Bukan pada janji.Ia perlu kuat.Dan kekuatan itu, untuk pertama kalinya, ingin ia bangun dengan tangannya sendiri—secara finansial, secara mental.Yanti meraih ponselnya dan mengirim pesan.“Ko, hari ini aku mulai kehidupan baruku.Makasih ya… kamu sudah banyak bantu aku.Gaji pertamaku nant
Hari-hari berikutnya berjalan jauh lebih baik dari yang Yanti bayangkan.Ia bangun pagi dengan kepala penuh rencana, bukan kecemasan. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, tidak ada ruang untuk bersedih, apalagi meragukan diri sendiri. Semua energinya habis untuk belajar—tentang kain, potongan, warna, dan dunia yang selama ini hanya ia lihat dari kejauhan.Nomor yang diberikan Eko sudah ia simpan sejak malam itu.Dan pagi ini, ia akhirnya menekannya.“Ah… yang penting mulai dulu,” gumamnya sambil tersenyum kecil.“Semoga aku bisa belajar banyak di tempat itu.”Dengan semangat yang belum sempat diuji kenyataan, Yanti bersiap pergi. Ia memilih pakaian terbaik yang ia punya—sederhana, rapi, dan bersih—lalu melangkah menuju butik milik Erni, perempuan yang namanya terasa asing tapi entah kenapa memberi harapan.Di sisi lain, Eko sudah lebih dulu menghubungi Erni.Ia tidak bertele-tele.Ia menjelaskan siapa Yanti, kenapa ia membantunya, dan posisi hubungan mereka—tanpa dramatisasi. Ba












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.