Waktu berlalu begitu cepat. Hari-hari yang penuh revisi akhirnya selesai. Naya pun sudah mendapatkan jadwal untuk melakukan sidang. Naya berjalan dengan Sari, yang baru saja melakukan bimbingan atas revisinya. Wajah lelah terlihat di wajah Sari. Namun, gadis itu hanya bergelayut manja ke sahabatnya yang ada di sampingnya. "Kenapa? Capek banget, ya, kamu?" tanya Naya yang mempersilakan sahabatnya bersandar pada bahunya."Jujur, capek banget. Revisiku kayak nggak pernah benar, Nay. Capek banget. Pengin cepat selesai, tapi kenapa rasanya kayak susah banget buat selesainya." Sari mencurahkan perasaannya dengan nada sedignya. "Sar, tenang aja. Pasti selesai kok. Jangan terfokus sama kecepatan orang menyelesaikannya. Setiap orang punya kecepatannya sendiri, Sar. Jangan menyamakan pace-mu sama orang lain. Itu yang akan membuat kamu semakin tertekan," kata Naya memberikan sedikit pandangannya. "Tapi, kamu tetap aja bisa menyelesaikannya dengan cepat, sementara aku belum selesai revisi," b
Read more