“Dasar berengssek! mengapa kau membangunkanku, bodoh, sialan,” terdengar sebuah makian dari dalam pakaian Lintang.Anantari tersenyum mendengar itu, tidak disangka setelah sekian lama ternyata dia akan rindu juga dengan suara Asgar.“Kwii, kwii, kwii,” seru Limo pada Asgar.“Apa! Bantai?” tanya Asgar cepat, matanya langsung melebar saat mendengar kata ‘Bantai’ dari Limo.“Kwii, kwii, kwii,” terang Limo.“Hahaha, kalau untuk itu aku jelas tidak boleh ketinggalan, penguasa sepertiku adalah ahli-nya ahli dalam pembantaian,” Asgar tertawa senang.“Dasar tengik! kerjamu hanya tidur saja, cepat keluar dan buat kekacauan,” pinta Lintang.“Hahaha, sepertinya ini adalah hari terbaikku, baiklah,” Asgar segera turun menjatuhkan diri kedaratan.Dia atas udara dia langsung merubah wujudnya menjadi siluman ular raksasa yang sangat besar membuat daratan seketika terguncang saat tubuhnya tiba diatas permukaan tanah.Melihat Asgar turun, Limo pun mengikutinya, dia melompat dari gendongan Anantari dan
ปรับปรุงล่าสุด : 2025-12-21 อ่านเพิ่มเติม