“Kwweeaak, Kweeaak, kweeaak.”Seekor burung hantu raksasa terus memekik di atas langit tempat goa Limo berada, membuat Ki Cokro yang sedang bertapa langsung terbangun.“Birama! ada apa dia kemari?” gumam Ki Cokro khawatir.Ki Cokro sangat mengenal siapa burung itu, dia merupakan burung tunggangan sahabatnya, Dewi Rhuyi, tidak biasanya burung hantu tersebut datang kesana.Merasa ada yang salah, Ki Cokro segera melesat keluar dan terbang mengudara menghampiri Birama.“Rama, ada apa kau kemari?” tanya Ki Cokro.“Kweeak, Kweeak,” pekik Birama.“Sial, bukankah aku tidak mengerti bahasa hewan,” umpat Ki Cokro, bingung dan langsung mengerutkan kening.Mendapati itu, Birama dengan cepat melemparkan surat di paruh-nya pada Ki Cokro, membuat kakek tua tersebut mengerti apa maksud Birama.“Hahaha, ternyata kau hanya ingin mengantar pesan, baiklah, terimakasih,” Ki Cokro tertawa, dia segera menangkap gulungan kertas dari Birama.“Kweeak,” pekik Birama menanggapi.“Apa kau ingin beristirahat dulu
Última atualização : 2025-12-28 Ler mais