Beranda / Fantasi / Legenda Tongkat Semesta / Bab 327 Akhir Misi Pendekar Tampan

Share

Bab 327 Akhir Misi Pendekar Tampan

Penulis: Pujangga
last update Terakhir Diperbarui: 2025-12-29 21:23:25

Sebuah dunia antah berantah dimana hanya ada bebatuan gersang dan tebing, seorang pria tampan tengah bertarung melawan 10 raksasa dengan tubuh mengerikan.

Langit di sana berwarna merah darah, udara berat besar suasana yang mencekam seperti bukan dunia para manusia.

“Sial, mengapa mereka begitu kuat, Bodas, Hawuk, kalian berpencarlah!” seru pendekar tampan pada dua hewan peliharaan-nya.

Sesosok Harimau Bulan dengan ukuran tidak biasa, mereka memiliki dua taring besar layaknya pedang yang menjuntai kebawah.

“Pii, Pii, Piii!” seru Harimau berbulu putih pada adiknya.

“Piii, Piii,” tanggap Harimau lain berbulu coklat.

Kedua harimau bersaudara itu memiliki kekuatan yang sangat tinggi dimana satu cakaran mereka, sebuah bukit akan terbelah menjadi beberapa bagian.

Harimau Putih melesat kearah kiri, sementara harimau coklat melesat kerah kanan.

Tekanan energi dari kedua hewan tersebut begitu besar hingga setiap tanah yang dipijaknya akan berguncang seperti hantaman besar sangat berat.

“Baiklah
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Legenda Tongkat Semesta   Bab 420 Tresna Ayu dan Anantari

    Dia memang gadis yang dingin dan tidak peduli dengan omongan orang lain, namun ketika menyangkut martabat seorang wanita, entah mengapa Kelenting Sari jadi sangat kesal dibuatnya.“Dasar bodoh, dengan tubuh seperti itu aku bisa mengusai dunia, akan kugagahi ribuan bahkan jutaan lelaki dan menjadi satu-satunya wanita yang merajai semuanya, Hahaha,” Garwakala kembai tertawa nyaring membayangkan kenikmatan tiada tara yang akan dia dapat ketika memiliki tubuh seperti Kelenting Sari.“Dasar makhluk gila, kau memang layak mati ditanganku,” ucap Kelenting Sari dingin, rasa kesalnya telah mencapai puncak membuat dia tidak lagi berminat untuk terus berbincang dengan Garwakala.“Cahaya rembulan, jurus dewi dari nirwana!” seru Kelenting Sari seraya mengayunkan pedannya lurus ke arah depan.Dari ayunan pedang itu muncul selarik cahaya energi berwarna perak berbentuk lingkaran layaknya bulan purnama.Tidak seperti serangan pada umumnya, serangan energi milik Kelenting Sari ini mengandung unsur din

  • Legenda Tongkat Semesta   Bab 419 Martabat

    “Dia bukanlah manusia, energinya sungguh mengerikan, sebaiknya kita menjauh agar tidak terkena imbas pertarungan mereka,” seru pendekar golongan hitam yang lain.“Kau benar, ayo pergi sebelum terlambat,” seru pendekar golongan hitam yang tadi berbicara.Mereka sangat terkejut ketika tiba-tiba datang aura energi asing sangat dingin dari arah pertarungan Garwakala, terlebih aura energi itu mampu membunuh ratusan prajurit iblis dalam waktu singkat.Membuat para pendekar golongan hitam yang berada di sana ketakutan setengah mati.Beruntung mereka masih sempat menghindar, karena jika telat 2 tarikan nafas saja, tubuh para pendekar itupun akan ikut membeku seperti halnya para prajurit iblis.Terdapat 100 komandan iblis dan 1000 pendekar golongan hitam yang berhasil selamat dari terpaan energi rembulan, mereka segera bergerak cepat berniat meninggalkan tempat pertarungan karena dirasa sudah tidak aman lagi.Namun naas, Kelenting Sari ternyata tidak membiarkannya, dengan bibir menyeringai, ga

  • Legenda Tongkat Semesta   Bab 418 Kelenting Sari Vs Garwakala bagian 2

    Merasa direndahkan oleh Kelenting Sari, Garwakala mulai memainkan energi sihirnya, pertama dia menciptakan ribuan kupu-kupu merah penghisap jiwa.Sebuah jurus mematikan dari sihir hitam yang sudah lama tidak dia gunakan, namun kali ini Garwakala mengeluarkan itu bermaksud melumpuhkan Kelenting Sari.“Hahaha, apa dengan ini kau masih bisa bertahan gadis pulau es!” seru Garwakala penuh kesombongan.Dimana selama ini, tidak pernah ada yang dapat lolos dari serangan kupu-kupu penghisap jiwa miliknya, siapa pun yang terkena kupu-kupu tersebut, energi kehidupannya akan terserap hingga dia mengalami kelumpuhan, bahkan jika terus dibiarkan, korban akan berakhir meregang nyawa dengan tubuh mengering.“Lumpuhkan dia untukku,” ucap Garwakala pada makhluk ciptaannya.Ribuan kupu-kupu merah mulai beterbangan menuju ke arah Kelenting Sari, membuat Garwakala tersenyum senang karena sebentar lagi, dirinya akan mendapatkan kecantikan sempurna yang selama ini sangat dia dambakan.Dimana sudah sedari du

  • Legenda Tongkat Semesta   Bab 417 Kelenting Sari Vs Garwakala

    “Dasar bodoh, sebuah kesalahan besar karena kalian tidak menyerangku lebih dulu,” ucap Warok sedikit kesal.Kemudian dia melesat menyerang 3 tetua yang berada di depannya, gerakan Warok begitu cepat hingga tidak dapat diikuti mata lawan.Dia mengayunkan gada berduri secara mendatar berniat menghancurkan dada ketiganya dengan sekali pukul.Namun sayang, meski para tetua golongan hitam tersebut tidak dapat melihat gerakan Warok, ternyata mereka memiliki insting bertarung yang tinggi, membuat ketiganya dapat menebak ke mana arah serangan lawan.Sehingga secara serentak, para tetua itu segera menyilangkan pedang menahan serangan Warok.Membuat gada berduri milik pemimpin kaum Buto tersebut mau tidak mau harus berbenturan dengan tiga pedang lawan.Dengan energi sekuat itu, pertemuan senjata mereka menciptakan ledakan yang cukup besar, mementalkan tubuh ketiga tetua golongan hitam sejauh 30 depa.Sementara Warok tidak bergeming sedikit pun, dia masih berdiri gagah di tempatnya dengan mata b

  • Legenda Tongkat Semesta   Bab 416 Tewasnya Sang Pemimpin Suku

    Di atas langit, pasukan kaum Buto tengah bertarung sengit melawan para pejuang suku Pukko.400 pasukan Buto melawan 5000 pejuang suku Pukko adalah suatu pertarungan yang sangat berat, ditambah harus menghadapi kadal terbang yang juga mampu memberikan serangan berupa cakar dan gigitan.Beberapa kaum Buto telah terluka parah karena terkena tombak para pejuang suku Pukko, mereka jatuh ke daratan dengan kondisi tubuh mengenaskan.Tulang tangan, kaki, bahkan tulang rusuknya juga ada yang sampai remuk menembus keluar dada hingga mengucurkan banyak darah.Beberapa lagi ada yang terkena tombak di bagian jantung hingga dia mengalami koma antara hidup dan mati.Namun beruntung, karena setiap kaum Buto telah dibekali pil merah oleh Bawana, pil itu dapat memulihkan kondisi tubuh meski dalam keadaan sekarat sekalipun.Melihat sebagian prajuritnya berjatuhan ke darat, Warok segera mengutus panglima Kenil untuk menyusul mereka. Dimana kondisi luka parah pada prajurit yang jatuh akan membuat dia tida

  • Legenda Tongkat Semesta   Bab 415 Tertipu

    Membuat panglima Iblis Disri sontak terkejut dan langsung mencabut pedangnya menangkis tombak bambu sebanyak yang dia mampu.Namun sekuat apa pun panglima iblis itu berusaha, tombak bambu terus saja berdatangan dari arah yang berbeda.Selain memiliki kecepatan tinggi, tombak bambu juga ternyata mengandung racun yang tidak kalah mengerikan dari anak panah.Siapa pun yang terkena atau tergores tombak tersebut akan langsung tewas dengan tubuh membiru sebelum akhirnya membusuk secara cepat.Satu persatu pasukannya mulai berjatuhan, mereka tidak dapat menebak arah serangan tombak karena tersamarkan oleh kegelapan malam.Terlebih pasukan perdamaian kali ini berpencar membidik dari berbagai arah sebagai siasat pengalihan sesuai petunjuk dari Bawana.Mereka terbagi ke dalam 100 kelompok kecil yang setiap kelompoknya terdiri dari 3 orang pejuang.Dua orang bertugas memikul senjata balistik di pundaknya, sementara satu orang lagi berperan sebagai pembidik dan penembak.Para pasukan perdamaian a

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status