“Bodoh kau, Barjo, senjata itu tidak dapat dipakai sembarang orang selain anak keturunan Resi Wangun Kusuma, yaitu keluarga Adipati sendiri, bukankah di selebaran sayembara sudah ditulis jelas?” jawab Sarja sedikit bernada keras.“Sial, aku tidak membacanya sampai selesai, yang ku baca di sana hanya sampai menjelaskan senjata itu merupakan senjata para dewa,” umpat Barjo tersenyum bodoh.“Dasar pemabuk, makanya kurangi minum tuak Barjo,” tanggap Rukmini ikut kesal.“Hahaha, jangan begitu sayang, bukankah dengan tuak aku terlihat lebih gagah dan tampan,” sergah Barjo tanpa dosa.“Cuih, tidak sudi kau panggil aku sayang, cari wanitamu sendiri, dasar pemabuk,” maki Rukmini yang bertambah kesal.Setelah mendengar percakapan mereka, Galuh baru mengerti bahwa di kadipaten Manua ternyata sedang diadakan sayembara pencarian senjata pusaka.“Sial, sungguh malang nasib Kusuma, lamarannya akan ditolak karena adipati sedang mengadakan seyembara untuk putrinya,” gumam Galuh dalam hati.“Tunggu dul
Last Updated : 2026-02-11 Read more