“Kami akan mencari rumah makan Ki, apa aki tahu tempatnya?” tanya Galuh.“Begitu rupanya, tentu saja, mari aku antar,” jawab Ki Lamba membuat Galuh senang.“Apa kalian juga ingin ikut makan?” tanya Kusuma kepada ke-lima pendekar bayaran menawarkan.“Tidak Raden, kami akan menjaga kereta hantaran saja,” jawab salah satu pendekar.“Baiklah jika begitu, nanti aku akan bawakan kepada kalian,” ucap Kusuma membuat mereka sangat senang.“T-terima kasih Raden,” seru mereka serentak.“Baiklah, aku akan berangkat, jika ada apa-apa, susul aku di arah utara jalanan besar,” pesan Ki Lamba pada bawahannya.“Kami mengerti Ki,” seru mereka.Ki Lamba, Galuh, Kusuma, dan kedua kucing buntal pun segera berjalan menuju rumah makan.Tempat itu sedikit jauh dari penginapan, melewati jalanan sepi ke arah utara desa.Melihat mata Galuh bercahaya biru saat malam tidak lagi membuat Kusuma dan Ki Lamba terkejut karena mereka sudah beberapa malam bersama pemuda itu.Namun bagi penduduk desa sangatlah asing dan a
最終更新日 : 2026-02-10 続きを読む