Di sebuah tempat yang berada di pinggiran kota, Asih menghentikan kendaraannya. Dua mata lentik di balik kacamata hitam itu mengawasi sekitar dengan perasaan tak menentu. Ada rasa gugup, rindu dan sedikit ketakutan. Meskipun dia sendiri telah berjanji tak akan menjadi pengecut demi Arya, namun nyatanya berbeda. Melihat gelapnya tempat yang dituju, ditambah dengan sebuah bangunan kosong terbengkalai yang menyeramkan, membuat Asih tetap di dalam mobilnya tanpa berani keluar. Rumput ilalang yang menjulang, tanpa penerangan dan gedung yang luas namun lengang, membuat suasana semakin mencekam. Asih mencoba menghubungi si pelaku, mengatakan tentang posisinya saat ini. Sebagai seorang ibu, dia sudah ikhlas dan pasrah, jika nanti terjadi apa-apa dengan dirinya, asalkan sang anak selamat. Tak lama, muncul sesosok pria berbaju hitam dari arah gedung. Asih menatapnya dengan otak yang terus menggali segala kemungkinan, termasuk siapa dia sebenarnya. Sosok itu berjalan seorang diri, tanpa terbur
Terakhir Diperbarui : 2026-01-31 Baca selengkapnya