"Kau yakin, Mas?" Asih mengulang tanya sembari menatap tajam pada wajah di hadapannya. Aryo mengangguk mantap, tersenyum. Dia meraih tangan Asih, ingin menggenggamnya. Namun wanita itu cepat melepaskan dan sedikit beringsut menjauh. "Maaf, Mas. Cukup sekali saja aku sakit hati. Aku memang pernah berharap kita kembali seperti dulu, tapi orang tuamu masih menganggapku orang lain —" "Itu karena kamu nggak pernah mau dekat sama mereka, As." Aryo terlihat tak nyaman mendengar penuturan itu, dan Asih kembali menyambung kalimatnya."Mas, dunia seorang istri akan baik-baik saja, selama suami ada di pihaknya. Selalu melindungi atau minimal mau membelanya. Tapi, apa yang kau lakukan selama ini? Bahkan ketika orang tuamu mengusirku, menghina dinakan aku, apa yang kau lakukan? Ragamu memang di dekatku, namun aku sama sekali tak merasa dianggap sebagai istri. Oh ya, kecuali satu, saat kau meminta jatah di ranjang. Itu pun jika kau memang melihatku sebagai, Asih –istrimu. Bukan wanita lain." A
Last Updated : 2025-12-30 Read more