"Bu Michela, apakah Bu Renee yang menyuruhmu datang? Tolong jangan pukul Kak Arvin lagi. Kalau mau pukul, pukul aku saja. Yang dibenci Bu Renee juga aku." Di setiap kata, dia tidak lupa menjebak Renee.Semakin melihatnya, Michela semakin merasa jijik. Kalau bukan karena ada pria berengsek yang memanjakannya, berani-beraninya dia seterus terang ini. Kalau begitu, yang patut disalahkan memang si pria berengsek itu."Maaf, aku nggak mukul perempuan. Aku cuma mukul pria." Michela menjilat bekas darah di sudut bibirnya, lalu mengayunkan kursi di tangannya ke arah Arvin."Pria berengsek, mati saja!"Arvin tidak menyangka dia masih berani menyerang. Lengah sesaat, dia kembali terkena beberapa hantaman sebelum akhirnya bereaksi. Satu tangan melindungi Nissa, tangan lainnya merebut kursi dari tangan Michela."Pengawal!" teriaknya keras.Namun dia lupa, hari ini dia tidak membawa pengawal. Yang datang hanya tenaga medis yang bahkan tidak punya tenaga untuk mengikat ayam.Michela tidak bisa memuk
Baca selengkapnya