Saat Arvin membawa Embul kembali ke Vila Panorama, dia melihat Juwita sedang duduk di sofa menemani Renji bermain. Langkah Arvin terhenti sejenak, lalu dia berkata dengan nada datar, "Kenapa Ibu datang ke sini?""Apa aku nggak boleh datang menjenguk Renji?"Begitu melihat Arvin menggendong seekor anjing, alis Juwita langsung berkerut. "Arvin, kamu laki-laki dewasa, pantaskah menggendong anjing seperti itu? Cepat buang anjing itu keluar."Begitu melihat Embul, Renji langsung meluncur turun dari sofa dan berlari ke arah mereka."Embul, Renji mau Embul ....""Renji!"Juwita mengulur tangan untuk mencoba menarik Renji, tapi tidak berhasil. Wajahnya yang anggun langsung menjadi masam dan nada bicaranya tidak senang, "Lihat tuh, kamu sudah biasain Renji dengan hal-hal buruk. Gimana kalau nanti dia digigit binatang ini?"Arvin tidak menghiraukannya. Dia membungkuk dan menurunkan Embul ke lantai, lalu berkata pada Renji, "Embul sedang sakit. Renji jangan sentuh dia, ya."Renji mengangguk patuh
Leer más