Itu adalah Nathan.Dia melepaskan jas pestanya, lalu menyelimutkannya ke tubuh Renee, menariknya ke dalam pelukan. Kemudian, dia berteriak keras ke arah semua orang, "Kalian menindasnya seperti ini? Apa kalian masih pantas disebut manusia?"Setelah itu, dia menunduk ke arah Renee yang gemetar di dalam pelukannya. "Renee, jangan takut. Aku akan membawamu pergi dari sini."Teriakan Nathan membuat semua orang mundur selangkah.Namun tak lama kemudian, bisik-bisik kembali terdengar."Mereka berdua pasti saling mencintai. Bahkan wibawa Pak Arvin pun sudah nggak mereka pedulikan.""Diam kamu!" Nathan mengayunkan tinjunya ke arah wajah wanita yang berbicara itu. Wanita itu menjerit kesakitan, lalu terjatuh ke lantai.Suasana langsung kacau balau. Renee tidak mendengar apa pun, tetapi dia bisa menebak apa yang sedang dikatakan dan apa yang sedang terjadi.Nathan bersikeras ingin membawanya pergi. Namun, Renee justru mendorongnya dengan keras."Renee ...." Nathan terdorong mundur, tertegun, tid
Magbasa pa