"Dari mana, kamu punya robot itu?" tanya Hanif menepuk punggung Rauzah."Ini, te-teman Jen yang kacih," sahut Zain menunduk dengan memperlihatkan robot yang ada di tangan."Teman mana yang beri kamu robot mahal seperti itu?""Ini Dika yang kacih, Ayah.""Ada apa ini? Kenapa Rauzah menangis?" tanya Laila yang sudah selesai membuat minuman dan cemilan.Laila tidak bisa mendengar suara ribut dari mereka bertiga. Suara mereka terpendam oleh suara blender. Di udara yang cukup hangat, Laila memblender buah yang masih tersisa di dalam kulkas."Bu!" seru Rauzah ingin menjangkau Laila.Laila mengambil ahli Rauzah dari gendongan Hanif. Tangannya dengan telaten menghapus air mata Rauzah."Ada apa, kenapa Rau menangis?" tanya Laila ulang."Itu Bu, tadi Rau bawa masuk robot itu. Kata Zain punya Zain dari temannya. Tapi Rau tetap maksa merebutnya," sahut Yusuf."Itu punya Rauzah kan Bu. Rau yang pegang duluan," kekeh Rauzah."Rau, itu punya Zain, bukan milik Rauzah," ujar Laila dengan lembut."Engg
อ่านเพิ่มเติม