"Yusuf juga mau balik ke kamar," ujar Yusuf datar. "Langsung tidur nya Yusuf. Kamu jangan main lagi," sahut Hanif. "Hemmm," gumam Yusuf. "Yusuf, mau Ibu temani," tawar Laila. "Tidak perlu Bu. Ibu temani saja Zain," ujar Yusuf langsung meninggalkan Laila dan Hanif. Hati Laila terluka mendengar perkataan Yusuf. Rasanya ingin sekali waktu cepat berjalan, agar mereka berdua sudah bisa membaca apa yang sebenarnya terjadi. "Sejak ada anak itu, kamu sudah pilih kasih sama anak-anak," sindir Hanif. "Mas, Laila tidak pernah pilih kasih kepada mereka. Bagi Laila mereka bertiga sama saja. Tapi kondisi Zain berbeda dengan mereka. Butuh perhatian khusus biar tidak mudah sakit." "Palingan itu hanya alasan dia saja." "Mas, kenapa sih Mas masih marah sama Zain. Zain tidak tahu apa-apa. Apa salahnya Zain sampai Mas tidak pernah percaya sama dia. Zain juga anak kita Mas," debat Laila. "Kamu tanya apa salah anak itu? Gara-gara siapa Rauzah dan Yusuf kehilangan Bunda dan kasih sayan
Última atualização : 2026-02-06 Ler mais