"Yusuf sudah pergi ke kamar?" tanya Hanif yang sudah selesai mengantar Rauzah. "Sudah Mas. Ditemani sama Kak Nur," sahut Laila berhenti membereskan barang. "Sini biar Mas bantu," kata Hanif membantu Laila membereskan mainan yang masih banyak berhamburan. *** Di dalam kamar Yusuf. Nur menyelimuti Yusuf yang sudah berbaring di tempat tidur. "Yusuf, kenapa Yusuf menolak ibu tadi?" tanya Nur setelah selesai menyelimuti Yusuf. "Bukannya Yusuf menolak ibu, Bunda. Maksud Yusuf, ibu kan seharian sudah capek. Apalagi capek marah-marah," sahut Yusuf. Yusuf bukan menolak Laila. Hanya saja dia kasihan melihat Laila yang terus direcokin seharian oleh Rauzah. Tidak mau membuat Laila lebih capek lagi. Mengurus adik Rauzah terus juga capek ngomel- ngomel-ngomel makanya lain kali "Makanya, lain kali jangan buat Ibu marah-marah," kata Nur mencolek hidung Yusuf. "Bunda kayak nggak tahu ibu aja. Dikit-dikit marah," cibir Yusuf. "Itu bukan marah. Tandanya ibu sedang menasehati dan mengajark
Last Updated : 2026-01-21 Read more