Dina dengan cepat menyembunyikan ponselnya di balik saku bajunya, lalu keluar dari kamar mandi dengan wajah setenang mungkin. Namun, Arka sudah berdiri tepat di hadapannya, menatapnya penuh selidik.Tanpa basa-basi, Arka menyodorkan telapak tangannya. "Mana ponselmu?"Dina membelalakkan mata, mencoba menutupi kegugupannya. "Ponsel?" ulangnya, berusaha mengulur waktu.“Ya, mana ponselmu? Berikan padaku!" tuntut Arka dengan nada memerintah.Dina sekuat tenaga menahan diri agar tidak panik. Jantungnya berdegup kencang karena video rekaman tadi masih tersimpan di sana. Belum lagi riwayat panggilan dan pesan terakhir dari Davin yang belum sempat ia hapus. Jika ponsel itu jatuh ke tangan Arka, hancurlah semua rencana mereka.“Untuk apa, Mas?" tanya Dina, mempererat genggamannya pada benda di balik saku bajunya. Ia tidak akan menyerahkan benda itu begitu saja.“Kemarikan, Dina!" bentak Arka, langkahnya maju satu tapak untuk mengintimidasi.“Tidak, Mas. Aku tidak mau. Ini ponselku dan ini
Last Updated : 2026-01-16 Read more