Arka menatap layar ponselnya yang menampilkan nomor ibu mertuanya. Sebuah seringai tipis muncul, ia tahu persis tombol mana yang harus ditekan untuk membuat Dina pulang padanya tanpa perlawanan. “Halo, Ma?” suara Arka mendadak berubah serak, penuh kepedihan. “Mungkin ini nyakitin mama dan papa, tapi Arka harus jujur sama kalian.”Di seberang telepon, suara Rina terdengar panik. "Arka? Ada apa, Nak?"“Dina, Ma ... Dina pergi.” Arka menghela napas panjang yang terdengar berat. “Dina pergi kemana, Nak?”"Pergi sama Davin, Ma. Arka sudah coba cegah, tapi Davin gunain kekuasaannya buat maksa Dina ikut. Sekarang mereka tinggal bersama."Arka memejamkan mata, mematangkan aktingnya. "Arka malu cerita ini semua, tapi Davin sudah lama terobsesi pada Dina. Arka takut Dina dicuci otaknya atau ... atau dipaksa melakukan hal yang tidak-tidak. Tolong Arka, Ma. Tolong bujuk Dina pulang sebelum semua orang tau dan merusak nama baik keluarga kita."“Tidak, Nak. Dina tidak mungkin begitu.” “Tapi m
Last Updated : 2026-01-09 Read more