“Maaf, Mas. Aku tidak ingin mendengar satu kata pun darimu,” ucap Dina final.Tanpa menunggu balasan, ia segera berbalik, ingin secepat mungkin melarikan diri dari tatapan Davin yang melumpuhkan. Namun, baru dua langkah ia menjauh, jemari Davin menyambar lengannya dengan kuat, menyentaknya hingga tubuhnya terputar kembali.“Mas, lepas! Lenganku sakit!” rintih Dina, suaranya gemetar menahan perih di lengan dan sesak di dada.Davin seolah kehilangan kewarasan. Wajahnya mengeras, tatapannya gelap karena rasa frustasi yang memuncak. Ia tidak mengindahkan rintihan Dina, justru menarik wanita itu dengan paksa menuju sudut remang balkon yang tersembunyi dari keramaian aula.Dina berusaha memberontak, namun kekuatan Davin jauh melampauinya. Saat punggungnya membentur dinding dingin di sudut ruangan, ia merasa terperangkap. Davin mengurung tubuhnya, kedua tangan pria itu bertumpu di sisi kepalanya, memutus seluruh akses untuk kabur. Dina mendongak, napasnya memburu, matanya yang basah menat
Last Updated : 2025-12-20 Read more