James Arthur Evans & Mirea Evans Serena menatap ukiran nama di batu nisan berbentuk kubah di hadapannya. Di sisinya Max berjongkok, dan meletakkan bunga lili serta dafodil kuning. Serena tidak menduga akan dibawa ke sebuah pemakaman keluarga ketika Max bilang akan membawanya menemui orang tuanya. "Ayah, Ibu. Kenalkan dia calon istriku, Serena. Dia cantik kan?" ucap Max di depan nisan itu. Tangannya menggapai tangan Serena, dan memintanya untuk duduk di sisinya. "Bukan hanya cantik, dia juga pintar dan cerdas. Aku yakin kalau ibu masih ada, kalian pasti cocok. Serena teman diskusi yang menyenangkan, dia juga suka baca buku seperti ibu." "Max, kamu terlalu cerewet. Ibumu bisa muak mendengarnya," bisik Serena. Dia lantas tersenyum. "Selamat pagi, Tante, Om. Saya Serena. Semoga Om dan Tante di sana bisa merestui pernikahan kami." "Mereka pasti memberi kita restu," sahut Max, yang disambut senyuman lembut Serena. Wanita itu menarik napas panjang. Matanya memindai lagi tulisan di nisan.
Last Updated : 2025-12-23 Read more