Ryan menggenggam setir terlalu kuat. Dania menatap lurus ke depan, rahangnya mengeras.Beberapa detik berlalu tanpa siapa pun bicara—hingga akhirnya Ryan memecahnya. “Dania… kalau kamu lihat kejadian tadi dari sudut pandangku, kamu pasti tahu itu bukan apa-apa.”Dania memalingkan kepala perlahan. “Bukan apa-apa?” suaranya lirih, nyaris bergetar. “Ryan, aku masuk kamar, dan aku melihat kamu berdiri terlalu dekat dengan perempuan lain yang pakaiannya berantakan.”Ryan langsung menoleh, ekspresinya penuh penyesalan. “Itu nggak seperti kelihatannya. Kiki tersandung, aku cuma n—”“Aku tahu,” potong Dania. “Kiki sudah bilang.” Ia mengembuskan napas lelah. “Masalahnya bukan itu, Ryan.”Ryan terdiam. Napas Dania menjadi bukti retakan yang ia sebabkan.“Yang bikin aku sesak,” lanjut Dania, “adalah… aku merasa aku in
Last Updated : 2025-12-06 Read more