Ryan meminta Dania menunggunya di mobil karena akan ada pembicaraan rahasia antara dirinya dan Nicho. Ia tak ingin siapa pun tahu—termasuk istrinya sendiri.Dania mengangguk patuh. “Terima kasih atas jamuan makan malamnya, Pak Nicho,” ucapnya sopan sebelum melangkah keluar restoran.Dalam hati, ia ingin sekali berpendapat tentang kesepekatan yang sedang dibicarakan antara Ryan dan Nicho. Namun ia tahu, Ryan tak akan memberinya ruang. Yang bisa ia lakukan hanyalah berharap semoga keputusan Ryan tidak menyeret mereka berdua ke lubang yang lebih dalam.Sudah hampir sepuluh menit menunggu di mobil, namun Ryan belum juga kembali. Punggungnya mulai terasa nyeri, perih di balik gaun yang terlalu ketat.“Tara, aku ke toilet sebentar ya,” katanya sambil menahan wajah agar tetap tenang.“Mau saya antar, Bu?” tanya Tara cepat, membukakan pintu mobil.Dania menggeleng, “Tidak perlu, Tara. Kamu harus menunggu Ryan di sini,” jawabnya kemudian berjalan cepat ke dalam restoran, berusaha tak menarik p
Last Updated : 2025-10-22 Read more