“Kamu pikir pernikahan ini akan sampai setahun?” ucap Ryan tegas, menghunus.Dania membeku. Kata-kata itu menghantam lebih keras dari apa pun yang ia bayangkan. “Maksudmu… apa?” tanyanya lirih, hampir tak terdengar.Suasana tegang menyelimuti keduanya. Dania duduk kaku dengan raut bingung, sementara rahang Ryan mengeras, urat di pelipisnya tampak menegang.“Aku sudah tahu hubungan kamu dengan Dandy,” ucap Ryan tajam, tanpa jeda.Dania mengerutkan kening. “Dandy siapa?” Ia benar-benar tak mengerti, suaranya jujur, polos—bahkan sedikit ketakutan.Ryan tertawa lirih, pendek, tanpa humor. “Pura-pura lupa supaya kebohonganmu rapi.”“Aku tidak berpura-pura,” Dania menggeleng cepat. “Aku sungguh tidak tahu siapa Dandy yang kamu maksud.”Ryan mengambil ponselnya, menggulir layar bening itu dengan gerakan singkat, lalu melemparkannya ke arah Dania tanpa peringatan.Dania refleks menangkapnya. Layar ponsel menyala, menampilkan sebuah fot
Last Updated : 2025-12-17 Read more