Begitu sampai di rumah, Dania mendapati Pak Mega dan Siska telah menunggunya di ruang tamu.“Maaf, Pak, Bu, sudah menunggu,” ucap Dania ramah sambil melangkah masuk.Sontak keduanya tersenyum, bahkan tertawa kecil. “Jangan begitu, Bu,” jawab Pak Mega santai. “Kami juga baru sampai.”“Terima kasih,” balas Dania, lalu mempersilakan mereka duduk kembali. “Silakan, Pak, Bu.”Ia kemudian menyerahkan beberapa kantong belanja di tangannya pada Kiki. “Kiki, tolong letakkan ini di kamar Issa dan bantu rapikan, ya.” Nada Dania terdengar lembut—namun tegas.Kiki mengerjap sekilas. Ada sesuatu yang berdenyut di dadanya. Namun ia tetap mengangguk patuh. “Baik, Bu.”Saat kakinya melangkah menaiki anak tangga, hatinya menggerutu tajam. Bisa-bisanya… Di hadapan Pak Mega dan Siska—orang-orang yang selama ini menunduk padanya di klinik—Dania m
Last Updated : 2025-12-20 Read more