Mobil hitam milik Revan melaju keluar dari area kantor dengan kecepatan stabil. Kevin menyetir dengan fokus penuh, kedua tangannya mantap menggenggam kemudi. Jalanan siang itu cukup padat, namun ia tetap memilih jalur tercepat menuju TK Rafa.Di kursi belakang, Arra duduk dengan tubuh sedikit condong ke depan. Kedua tangannya saling menggenggam erat di pangkuan. Jari-jarinya terasa dingin dan gemetar. Sejak menerima telepon itu, napasnya tak kunjung kembali teratur. Pandangannya kosong, namun dipenuhi kecemasan yang menyesakkan dada.Revan duduk di sampingnya. Ia tak banyak bicara, tetapi sorot matanya tak pernah lepas dari Arra. Sesekali, tangannya bergerak mendekat, seolah ingin memberi ketenangan, namun kembali ia tarik. Revan tahu, dalam kondisi seperti ini, Arra membutuhkan ruang untuk menahan dirinya sendiri.Tak sampai lima belas menit, mobil akhirnya berhenti di depan sekolah Rafa.Begitu mobil benar-benar terparkir, Arra langsung membuka pintu tanpa menunggu. Langkahnya nyari
Terakhir Diperbarui : 2026-01-01 Baca selengkapnya