“Papi? Kok bisa nggak suka?” Rafa mengernyit heran. “Padahal enak, tahu. Kalau Om Revan, suka nggak pizza keju mozzarella?”Revan menatap Arra dengan ragu. Seolah tengah menimbang apakah harus mengiyakan atau tidak. Faktanya, ia memang benar-benar tidak menyukai keju mozzarella. Namun, apakah ini saat yang tepat untuk memberitahu Rafa bahwa dirinya adalah ayah kandungnya?Sebelum Revan sempat menjawab dengan jujur, ponselnya berdering. Nama asistennya, Kevin, terpampang di layar. Tanpa ragu, ia langsung mengangkat panggilan itu.Arra mengembuskan napas lega. Hampir saja ia membongkar rahasia terbesar dalam hidupnya. Ia merutuki ucapannya sendiri, terdengar seperti sedang menantang Revan. Ia lupa bahwa pria itu selalu jujur, dan jika Revan menjawab apa adanya, Rafa pasti akan kebingungan. Anak itu bisa saja curiga, menyamakan selera Revan dengan sosok papi yang selama ini ia ceritakan. Padahal papi itu adalah Revan sendiri.“Baik, saya akan ke sana,” ucap Revan datar sebelum mematikan
Terakhir Diperbarui : 2026-01-04 Baca selengkapnya