"Ngawinin Bu Vina? Kan udah!" jawab Ramli tanpa dosa. Mbok Yem mencubit lengan pria itu ikut gemas dan geregetan. "Hmmm, bukan gitu Ramli... Aduh biyung!" "Aduh, aduh! Sakit Mbok! Malah dicubit, lama-lama dagingku gosong-gosong kena cubit melulu di rumah ini, nggak Bu Vina, Mbok Yem, sukanya nyubit mulu!" protes Ramli sambil mengusap-usap bekas cubitan Mbok Yem. "Habisnya kamu itu lohh! Kalau jawab itu yang bener! Simbok udah serius, tapi kamu jawabnya asal-asalan!" kata wanita itu. Ramli tertawa kecil sambil garuk-garuk kepalanya. "Hehehe, kan Bu Vina belum cerai sama Pak Rangga, masih proses dan kapan saja mereka bisa rujuk! Lagian ya mana setuju itu si Tuan Andreas punya mantu kek ondel-ondel gini. Pasti pada diketawain sama para kolega bisnisnya. Horang kaya kok mantunya cuma pelayan? Ya nggak estetik lah Mbok!" jawab Ramli dengan wajah pasrah dan memelas. "Tapi Bu Vina dan Pak Rangga itu udah niat pisah. Dan Bu Vina udah melayangkan gugatan cerainya, bentar lagi mereka bakal
Terakhir Diperbarui : 2026-01-07 Baca selengkapnya